Jumat, 27 Mei 2011

KOMIK TUMBUHKAN MINAT BACA ANAK

KOMIK sebagai sebuah media mempunyai
karakteristik tersendiri. Banyak orang memahami
komik hanya sebagai media hiburan atau malah
membuang-buang waktu. Ada anggapan komik
hanya untuk anak-anak saja. Namun, David, Dewa,
dan Tommy banyak mendapatkan hal positif dari membaca komik.
Memburu komik keliling Indonesia dan berani
mengeluarkan kocek hingga mencapai 20 juta
sebulan, itulah yang dilakoni David Eddy Haris. Lelaki
yang berprofesi wiraswasta ini sudah gemar
membaca komik sejak TK. Walaupun ia belum bisa membaca, ia sangat tertarik melihat gambar-gambar
di komik. Namun, sejak SMP ia beralih ke cerita
Khoping Hoo. Banyak koleksi cerita silat dari negeri
Cina yang dimiliki David. Namun, semenjak remaja ia
mulai tertarik Ramayana. Mulai ia mengoleksi satu
demi satu. “Komik Indonesia ada 1000 koleksi, dan komik Jepang dan Hongkong 1000 koleksi. Karya
Tony Wong Long Hu Men dan Pedang Maha Dewa
favorit saya,” tutur David. Untuk hobinya ini, David memiliki dana khusus.
Kadang ia membeli beberapa komik Rp 200.000
perbulan. Namun, ketika ia menemukan banyak
koleksi, David berani merogok kocek hingga 20 juta
sebulan. Untuk pengarang Indonesia, ia menyukai
Ganes TH, Teguh Santosa, Jan Mintaraga, RA Kosasih, Mansur Daman dan Gerdi WK.
Lain David, lain lagi penuturan Dewa. Lajang yang
berprofesi sebagai arsitek ini menyalurkan
kejenuhannya bekerja dengan membaca komik. Ia
menyukai komik sejak kelas II SD. Namun, koleksinya
tidak lengkap karena sudah banyak yang raib dibawa keponakannya. Lelaki yang sejak kecil sudah piawai
menggambar ini sangat tertantang dengan fantasi
dan imajinasi yang ditampilkan di komik.
Ia menyukai tokoh Krisna dalam komik Ramayana.
Baginya, figur dan nasihat yang disampaikan tokoh
arif tersebut bagi Dewa, memberi kesan tersendiri baginya. “Komik mampu bertutur dengan baik dan menyampaikan nasihat kepada kita. Komik
merangsang minat baca,” ujarnya. Dengan membaca komik, dewa terinspirasi dengan
imajinasinya. Saat ini Dewa sedang membuat komik
bertema superhero dengan tokoh Saga. Dalam komik
yang ia buat, ada satu pesan disampaikannya
seorang pahlawan dan ksatria tidak selalu
diindentikkan dengan wajah tampan. Dewa menggambarkan Saga seseorang dengan wajah
rusak akibat tragedi kebakaran. Dari situ Saga bangkit
dan mampu menjadi superhero. “Saya ingin menyampaikan tidak ada manusia yang sempurna.
Namun, di balik kekurangan itu, hendaknya manusia
berusaha menjadi diri sendiri tanpa meniru orang
lain,” ujar lelaki kelahiran Singaraja 38 tahun silam ini.
Bersama David dan Tommy, mereka membuat satu
komunitas di situs http://www.balicomics.com untuk
para pencinta komik di Bali. “Bagi masyarakat yang ingin berbagi koleksi komik dan berbagi infromasi
seputar komik, komunitas ini adalah ajang yang tepat
untuk bergabung,” ujarnya. Menjaga keharmonisan suami istri lewat membaca
komik itulah yang dilakoni pasangan Tommy Johan
Agusta dengan Hermastati. Sejak kecil Tommy sudah
menyukai komik. bahkan koleksi komiknya waktu
kecil masih lengkap tersimpan sampai sekarang. Ia
mengenalkan komik kepada istrinya sejak mereka berpacaran. Hermastati awalnya hanya penasaran.
Tapi lama kelamaan, ia tertarik juga untuk
membacanya. Tommy menyukai karya komikus
Jepang Takeshi Maikawa yang berjudul Kungfu Boy.
Koleksi Tommy kini berkisar 1000 komik Indonesia,
dan 100 komik Jepang dan Hongkong. Komik Hongkong yang digemarinya karya O Cen Wen dan Li
chi Ching. Yang kini sedang diburu Tommy adalah Tepi
Air kisah 108 pendekar Thian Sang.
Tommy sangat menyukai komik persilatan.
Menurutnya ada satu pesan yang disampaikan yakni
untuk menjadi orang yang berhasil dan sukses orang harus bekerja keras.
Uniknya, kehidupan perkawinan Tommy dan
Hermastati jarang diwarnai keributan. Ketika mereka
ada waktu luang, mereka selalu memanfaatkan
dengan membaca komik. Menurut Hermastati tidak
ada waktu untuk meributkan hal yang tidak penting. “Malah kami asyik membahas isi komik bersama- sama daripada meributkan hal tidak penting,” akunya sambil tertawa.
Dengan membaca komik membuat komunikasi
pasutri ini semakin terjalin mesra. Hermastati
memang tidak bekerja. Setelah selesai mengerjakan
pekerjaan rumah, ia selalu memanfaatkan waktunya
membaca daripada menonton sinetron. Hobi Tommy dan istrinya yang suka membaca komik
ternyata menurun juga pada dua anaknya Alindi
Masihi atau yang akrab disapa Indi dan Maitri Kumara
yang akrab disapa Meymey ini. Indi sejak usia 3 tahun
sudah menyukai komik. Walaupun ia belum bisa
membaca, Indi selalu memabwa komik kemana pun ia pergi. Sejak kelas III SD, Indi sudah mampu
menggambar komik. Bahkan Indi memunyai blog
sendiri memajang hasil karya komiknya.
Jadi Dalang Cilik
Lain lagi Meymey putri kedua Tommy. Kesukaannya
membaca komik pewayangan, membuatnya tertarik menjadi dalang. Meymey sangat menyukai komik
Ramayana. Dari situlah, akhirnya Meymey menyukai
wayang. Sejak umur 4 tahun ia sudah bisa
mendalang. Meymey belajar sendiri tanpa guru. Setiap
hari, wayang selalu menjadi teman bermainnya. Saat
tidur Meymey meminta diceritakan kisah pewayangan. Kini Meymey sudah duduk di kelas TK
besar. Meymey sudah piawai mendalang. Walaupun
menggunakan wayang asli, Meymey memunyai
sebutan khusus untuk para tokohnya. Tokoh Yudistira
disebut kakak pertama, Bima si Gendut, Arjuna Si
Kurus, Nakula Sahadewa si Kurus Kering. Meymey lebih suka memanggil tokoh wayangnya dengan
sebutan sesuai bentuk tubuhnya. “Kalau perutnya besar dipanggil Si Buncit,” ujar bocah siswi TK Albana itu. Saat ini Meymey memiliki 10 wayang dan
sangat mengidolakan Bima yang gagah perkasa.
Setiap pulang sekolah Meymey selalu menyempatkan
diri bermain wayang. Saat wartawati Koran Tokoh
datang ke rumahnya Meymey tampak malu-malu
ketika diminta mendalang. Akhirnya dengan bujuk rayu ayahnya, Meymey bersedia menunjukkan
kepiawainya itu. Tema Meymey lebih pada kehidupan
sehari-hari. Ketika ayahnya menjanjikan sesuatu
padanya, dan ayahnya lupa, Meymey segera
mengambil wayangnya dan mulai berceloteh dan
menyindir sang ayah. Tanpa merasa dikoreksi Tommy maupun Hermastati sadar untuk menepati janji
mereka.
Menurut Tommy, ada satu manfaat positif yang
didapat kedua putrinya dari suka membaca komik.
“Selain membuat mereka menjadi gemar membaca sejak kecil, talenta Meymey dan Indi berkembang
pesat,” ujar Tommy. Komik Sinchan untuk Orang Dewasa
Komik memunyai sisi positif bagi anak karena dapat
mengembangkan imajinasi anak. Namun, peran
orangtua sangat penting membantu anak memilihkan
komik yang tepat. Sayangnya, banyak komik
Indonesia menggunakan bahasa yang belum diedit. “Banyak kata kasar tertulis di komik. Anak bisa menirunya,” ujar Psikolog Anak Retno I. G. Kusuma. Ia menilai komik memang memiliki manfaat positif
jika tema sesuai dengan perkembangan anak.
“Komik merangsang minat baca anak, menunjukkan percakapan kosa kata sehingga anak dapat belajar
berinteraksi dengan baik,” tutur Retno. Selain wawasan anak menjadi lebih luas rasa
keingintahuannya sangat tinggi. Menurutnya bagus
untuk perkembangan otak anak.
Memperkenalkan anak dengan buku-buku semacam
ini secara tidak langsung menumbuhkan kebiasaan
membaca buku pada anak. Hal itu dapat memancing anak untuk terus mencari buku serupa yang pada
gilirannya menjadi sebuah kebiasaan baru. “Jika mencintai buku sudah tumbuh, seiring berjalannya
waktu, kesukaan anak pun akan terus berkembang
untuk mencari dan mempelajari buku-buku dari
berbagai bidang,” ungkap Retno. Namun, orangtua harus membatasi waktu anak
membaca komik. “Ada waktu khusus mengisi liburan atau refresing. Jangan sampai kebablasan
sehingga anak menjadi malas dan lupa waktu serta
melupakan tugas pokoknya belajar, ” ujarnya. Ia mengatakan komik harus disesuaikan dengan usia
anak. Jangan sampai ada gambar yang kurang baik
dilihat anak seperti cara memukul orang, atau
memperkosa. “Hal ini akan terekam kuat pada memori anak,” tandasnya. Menurutnya komik yang bagus adalah kisah
pewayangan yang mengajarkan nilai filosofi,
kepahlawanan, tokoh, dan nasihat. “Komik bagus diperkenalkan sejak anak masih kecil. Komik adalah
cerita bergambar. Ini merangsang visual kognitifnya
untuk pengenalan warna dan bentuk, ” papar Retno. Komik Sinchan kurang baik untuk anak-anak karena
banyak kata-kata yang tidak sopan. Komik Sinchan di
negara asalnya di Jepang dikhususkan untuk orang
dewasa bukan anak-anak.
Menurutnya untuk pelajaran yang membosankan bagi
anak seperti matematika, bahasa Inggris, atau sejarah sangat bagus dibuat model komik. “Anak- anak pasti menggemarinya,” saran Retno. –ast

Kamis, 26 Mei 2011

KARTUN SPONGE BOB BUKAN KARTUN YANG NETRAL BUAT ANAK-ANAK

Dalam film kartun Sponge Bob, setiap tokoh kartunnya
memiliki beberapa karakter yang berbeda, dan di tiap
karakter itu terdapat beberapa sifat yang bisa
mengajari anak anda berbuat sebagaimana tokoh
kesayangannya yang notabene dianggap sebagai 7
dosa besar, ini adalah beberapa karakter dari semua tokoh kartun Sponge Bob tersebut.
1. Sloth/Kemalasan (Patrick)
Kemalasan adalah suatu hal yang dianggap dosa,
termasuk kemalasan dalam bertindak. Jelas ini adalah
sifat Patrick. Dia tinggal di bawah batu sepanjang
waktu dan tidak pernah melakukan apa-apa. Bahkan dalam episode "Big Pink Loser", dia mendapatkan
penghargaan untuk tidak melakukan apa-apa paling
lama.
2. Wrath/Amarah (Squidward)
Amarah melibatkan perasaan kebencian dan
kemarahan. Squidward membenci hidupnya dan juga membenci Sponge Bob, dan sebagian besar waktunya
dihabiskan untuk marah-marah.
3. Greed/Keserakahan (Mr. Krabs)
Jelas Mr. Krabs adalah tokoh yang sangat serakah
terhadap uang. Bagaimana mungkin tidak? dia benar-
benar berfikir bahwa uang adalah segalanya, 4. Envy/Iri hati (Plankton)
Plankton iri kepada Mr. Krabs karena The Krusty Krab
sangat sukses, sedangkan The Chum Bucket adalah
sebuah kegagalan. Iri membuatnya ingin mencoba
untuk mencuri formula rahasia Krabby Patty.
5. Gluttony/Kerakusan (Gary siput) Saya benar-benar berpikir bahwa yang satu ini cukup
lucu. Apakah Anda pernah memperhatikan Sponge
Bob dimana dia selalu mengatakan, "jangan lupa
untuk memberi makan, Gary" atau mengatakan,
"Saya harus pergi makan Gary". Gary bahkan lari saat
Sponge Bob lupa untuk memberinya makan. kerakusan biasanya mengacu pada berlebihan dalam
hal makan.
6. Pride/Kebanggan (Sandy)
Sandy bangga terhadap siapa dirinya dan darimana
dia berasal. Dia bangga pada kenyataan bahwa dia
dari Texas dan senang kalau semua orang tahu tentang itu. Dia juga bangga pada kenyataan bahwa
dia adalah mamalia dan makhluk darat, seperti dalam
episode "Pressure", dimana dia mencoba untuk
membuktikan bahwa makhluk darat lebih baik
daripada makhluk laut.
7. Lust/Nafsu (Sponge Bob) Kelihatannya aneh dan penasaran pada awalnya.
Nafsu dalam suatu definisi adalah, "kasih sayang
berlebihan terhadap orang lain". Ini jelas dialamatkan
pada Sponge Bob. Dia menunjukkan cintanya kepada
orang lain dengan semangat untuk berbuat baik dan
membantu orang dan nafsu terhadap perkerjaannya, Itulah beberapa definisi tentang beberapa sifat-sifat
dari beberapa tokoh dari Sponge Bob yang mungkin
saja termasuk dalam beberapa dosa besar, tapi di
balik semua itu, kartun tersebut tetap lucu dan
sebagai hiburan yang menarik untuk semua.
sumber : http://networkedblogs.com/e3jXY Reply With Quote

Rabu, 25 Mei 2011

BUKU ADALAH JENDELA DUNIA

Buku adalah gudang ilmu, membaca adalah
kuncinya. Buku adalah jendela dunia. Pepatah-pepatah itu tentu sudah tidak asing lagi di
telinga kita. Pepatah yang menurut saya, tak pernah
usang oleh waktu. Dan ini saya yakini dengan
sepenuh hati. Tentu saja, karena buku harus menjadi
sahabat dalam hidup kita. Buku juga harus menjadi
bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan kita. Dengan buku kita bisa melihat sisi lain dari dunia kita
ini yang ternyata sangat bermacam-macam
bentuknya. Membuat kita bisa mengetahui apa yang
sebelumnya tidak kita ketahui. Beberapa sifat buku yang menurut saya patut menjadi
alasan untuk kita mencintainya adalah pertama, karena buku selalu up to date. Walaupun buku telah
berumur puluhan bahkan ratusan tahun, tapi buku
selalu menyimpan informasi yang akurat sebagai
media untuk mengetahui data peradaban yang ada
saat itu. Kedua, karena buku selalu kaya dengan imajnasi. Membayangkan apa yang tertulis di buku
membuat kita seperti membangun imajinasi versi
pikiran kita sendiri. Mengajak diri kita untuk berkreasi
dengan menenggelamkan diri dalam alur atau setting
yang terdapat dalam buku. Itu menjadikan kita belajar
untuk mengerti dunia lain yang sebelumnya tak pernah terpikir oleh kita. Dan ketiga, dengan membaca buku dapat membuat kita tergerak untuk
menulis. Mendeskripsikan sesuatu hal menurut
kacamata kita sendiri. Menulis membuat kita bebas
menciptakan dunia yang ingin kita bangun. Kita bisa
mengungkapkan apa yang kita rasakan. Dan menulis
adalah sarana yang paling efektif dalam mengungkapkan perasaan. Juga bisa menawarkan
pemikiran baru pada orang lain. Buya Hamka, seorang penulis dan ulama besar
Indonesia pernah berkata kepada muridnya : “Cobalah tulis dari hatimu dahulu. Tangkap ide yang berkelebat agar tak segera lenyap. Alirkan apa saja
emosi dan pikiran yang ada di benak dan hatimu.
Biarkan ia mengalir sebebas-bebasnya hingga
mencapai keutuhan dan garis besar tulisan. Setelah
itu barulah kumpulkan serta siapkan data-data
pendukung dalam tulisanmu agar ia lebih berbobot dan argumentatif.” Membaca adalah salah satu modal kita untuk semakin
bisa mencintai ilmu. Imam Ali berkata : “Tubuh kita ini selalu melewati enam keadaan : sehat, sakit, mati, hidup tidur, dan
bangun. Hidupnya hati adalah berkat bertambahnya
ilmu, dan matinya adalah akibat ketiadaan ilmu.
Sehatnya hati adalah berkata keyakinan, sakitnya
adalah keraguan. Tidurnya hati adalah kelalaian, dan
bangunnya hati berasal dari dzikir yang dilakukan. ” Membaca tidak mengenal usia dan waktu. Tidak ada
istilah berhanti untuk menggali ilmu. Seandainyapun
kita diberitahukan bahwa besok akan mati, maka kita
harus tetap terus belajar. Kunci agar kita selalu mau belajar adalah jangan
pernah menganggap diri kita selalu pintar. Anggaplah
diri kita selalu kurang. Sehingga, kita akan selalu haus
akan ilmu pengetahuan. Ingatlah, bahwa setiap hari
ilmu di dunia akan selalu bertambah dan berubah
mengikuti perkembangan jaman. “Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba
cukup.” (QS. Al-Alaq : 6-7) Dengan banyak belajar, maka kita bisa membedakan
mana yang baik untuk kita ikuti dan mana yang tidak
semestinya kita jalani. Dan bukankah Allah akan meninggikan orang-orang
yang beriman di antaramu dan orang-orang yang di
beri ilmu pengetahuan beberapa derajat? Maka tak
ada alasan lagi bagi kita sebagai umat muslim untuk
terus menerus berusaha mencari ilmu yang
bermanfaat dengan sebanyak-banyaknya. “Kita adalah apa yang kita kerjakan berulang-ulang. Karena itu, keungggulan bukanlah suatu perbuatan
melainkan sebuah kebiasaan. (Aristoteles) Dari Mua’adz bin Jabal r.a, ia berkata : “Pelajarilah ilmu, karena mempelajarinya adalah kebaikan,
mencarinya adalah ibadah, mengingatnya adalah
tasbih, mendalaminya adalah jihad, mengerjakannya
kepada orang yang belum mengerti adalah sedekah,
mengingatkannya kepada orang yang sudah
mengerti adalah taqqarub. Ilmu adalah teman di waktu sepi, kawan dalam pengasingan, penunjuk
jalan kesenangan, penolong dalam kesulitan, hiasan
di tengah-tengah kawan, dan senjata dalam
menghadapi musuh. Ilmu dapat menghidupkan hati
dari kebodohan, pelita dari kegelapan, kekuatan dari
segala kelemahan, sarana untuk mencapai derajat orang-orang yang baik sewaktu hidup di dunia
maupun di akhirat. Ilmu merupakan pemimpin dan
amal adalah pengikutnya.” Maka, teruslah menjalin persahabatan yang erat
dengan buku. Rasakan kehadiran mereka sebagai
jendela untuk kita melihat masa depan di hadapan.
Jadikan keberadaan mereka sebagai jembatan untuk
kita berusaha menjadi makhluk Allah yang mencintai
ilmu. Wallahu’alam bish-shawab. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

RASULULLAH DALAM MENDIDIK ANAK

Salah satu amal yang tidak pernah terputus pahalanya sekalipun kita telah meninggalkan dunia ini
adalah anak yang shaleh. Doa anak yang shaleh merupakan salah satu doa yang insya Allah pasti terkabul. Karenanya, orangtua harus mendidik anak dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, anak akan tumbuh menjadi seorang yang berkepribadian rusak dan hancur yang pada gilirannya akan merugikan orangtua itu sendiri. Sesungguhnya memang tidak mudah memikul beban untuk membesarkan anak hingga menjadi pribadi yang kita harapkan dapat meraih sukses dunia dan akhirat. Semua butuh kesabaran, kerja keras, keikhlasan, dan masih banyak lagi. Tanpa bermaksud menyederhanakan, berikut beberapa tips yang diaplikasikan oleh orangtua yang disarikan dari tata cara mendidik anak ala Rasulullah Saw. 1. Menanamkan Nilai-nilai Ketauhidan
Mengajarkan tauhid kepada anak, mengesakan Allah dalam hal beribadah kepada-Nya, menjadikannya lebih mencintai Allah daripada selain-Nya, tidak ada yang ditakutinya kecuali Allah. Selain itu, orangtua harus menekankan bahwa setiap langkah manusia selalu dalam pengawasan Allah Swt. dan penerapan konsep tersebut adalah dengan berusaha menaati peraturan dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih dahulu, orangtua selaku guru (pertama) bagi anak- anaknya harus mampu menyesuaikan tingkah lakunya dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Ini adalah pendidikan yang paling urgen di atas hal-hal penting lainnya. 2. Menjadi Sahabat dan Mendidik dengan Keteladanan
Setiap anak akan belajar dari lingkungannya dan dalam hal ini lingkungan keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya. Orang-orang di sekelilingnya akan menjadi model dan contoh dalam bersikap. Sudah selayaknyalah orangtua memberi keteladanan kepada anak- anaknya. Para orangtua sebaiknya memberikan contoh yang baik sesuai dengan nasihat dan ucapannya kepada para anaknya. Akan sangat lucu jika yang disampaikan orangtua kepada anak- anaknya ternyata tidak dilakukan oleh orangtua itu sendiri. Dalam Islam, keteladanan dari orangtua sangat menentukan terlebih di zaman sekarang media tontonan tidak dapat diharapkan menjadi contoh yang baik bagi pembentukan akhlak anak- anak muslim. 3. Mendidik dengan Kebiasaan
Suatu kebaikan harus dimulai dengan pembiasaan. Anak harus dibiasakan bangun pagi agar mereka gemar melaksanakan shalat Subuh. Anak harus dibiasakan ke masjid agar mereka gemar melakukan berbagai ritual ibadah di masjid. Pembiasaan itu harus dimulai sejak dini, bahkan pembiasaan membaca Al- Quran pun bisa dimulai sejak dalam kandungan. Pembiasaan shalat pada anak harus sudah dimulai sejak anak berumur tujuh tahun. 4. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak
Sebagai upaya menumbuhkan rasa percaya diri anak, Rasulullah Saw. menggunakan beberapa cara berikut. Saat sedang berpuasa, Rasulullah mengajak anak- anak bermain sehingga siang yang panjang terasa cepat. Anak-anak akan menyongsong waktu berbuka dengan gembira. Hal ini juga membuat anak memiliki kepercayaan diri sehingga sanggup berpuasa sehari penuh. Sering membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, resepsi, atau bersilaturahim ke rumah saudara sebagai upaya menumbuhkan kepercayaan diri sosialnya. Mengajari Al-Quran dan As-Sunnah serta menceritakan sirah nabi untuk meningkatkan kepercayaan diri ilmiahnya. Menanamkan kebiasaan berjual-beli untuk meningkatkan kepercayaan diri anak terkait ekonomi dan bisnis. Di samping itu, sejak dini anak akan terlatih mandiri secara ekonomi. 5. Memotivasinya Anak Berbuat Baik
Seorang anak, meski kecil, juga terdiri dari jasad dan hati. Mereka dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci sehingga hatinya yang putih dan lembut itu pun akan mudah tersentuh dengan kata-kata yang hikmah. Anak-anak, terutama pada usia emas (golden
age), cenderung lebih mudah tersentuh oleh motivasi ketimbang ancaman. Karenanya, hendaknya orangtua tidak mengandalkan ancaman untuk mendidik buah hati. Ketimbang mengancam, lebih baik orangtua memotivasi anak dengan mengatakan bahwa kebaikan akan mendapat balasan surga dengan segala kenikmatannya. Itu pulalah yang dicontohkan oleh Rasulullah kepada kita ketika beliau mendidik para sahabat. 6. Sediakan Waktu untuk Makan Bersama Anak
Rasulullah Saw. senantiasa menyempatkan untuk makan bersama anak-anak. Cara tersebut akan mempererat keterikatan batin antara orangtua dan anaknya. Dengan begitu kita dapat meluruskan kembali berbagai kekeliruan yang mereka lakukan melalui dialog terbuka dan diskusi. Alangkah baiknya jika ibu dan bapak berkumpul dengan anak-anak ketika makan bersama sehingga mereka merasakan pentingnya peran kedua orangtuanya. Hal ini juga dapat mempermudah meresapnya segala nasihat tentang perilaku, keimanan, atau pendidikan. 7. Mendidik dengan Reward/Hadiah
Memberi hadiah adalah salah satu penghargaan yang dapat melunakkan hati anak sehingga mereka akan bersimpati kepada kita dan akhirnya mau melaksanakan nasihat yang kita berikan. Namun perlu diingat, tidak semua perbuatan baik anak harus dihargai dengan materi. Lakukan reward yang bervariasi, bisa dengan pujian, ciuman, belaian, uang, dan lain-lain. 8. Memilih Sekolah yang Islami
Saat anak menginjak usia sekolah, orangtua berperan dalam memilihkan sekolah, mengajarkan Al-Quran, mengembangkan pola pikir anak, memberikan data dan ilmu semaksimal mungkin. Meski anak sudah mulai sekolah (mendapatkan ilmu di sekolah), orangtua hendaklah selalu belajar tentang pendidikan anak karena semakin bertambah usia anak, maka akan semakin kompleks pula problem (pendidikan anak) yang harus kita hadapi. 9. Mendidik dengan Hukuman
Cara ini boleh dilakukan jika cara-cara di atas tidak berhasil. Memang di dalam Islam, menghukum diperbolehkan selama tidak berlebihan seperti sampai menyebabkan luka. Hukuman tersebut usahakan menimbulkan efek jera kepada anak agar ia tidak mengulangi perbuatannya. Akan tetapi harus diperhatikan adab-adabnya, jangan sampai berlebihan yang akhirnya akan membuat anak menjadi dendam. 10. Memahami Keadaan Anak Secara Baik dan Menggunakan Metode yang Tepat
Setiap anak memiliki karakter dan pribadi yang berbeda walaupun berasal dari orangtua yang sama. Cari metode yang tepat dan jitu sehingga anak dapat diarahkan dengan lebih mudah.

BACA ITU PENTING

Membaca adalah jendela dunia, begitu katanya. Tapi
saya tidak puas dengan perkataan seperti itu. Saya
butuh lebih tahu konkritnya seperti apa. Anda juga,
masih ingatkah Anda tentang kebaikan2 dari
membaca? Perkenankan saya mengingatkan Anda
melalui tulisan berikut ini. 1. Menambah Kepintaran Ini yang kita sudah sering dengar. Mereka-mereka
yang banyak membaca memiliki indeks prestasi dan
nilai terbaik di sekolahnya; dan tentu saja secara
umum lebih berwawasan. Tapi sebenarnya tidak
hanya itu. Dalam paper yang berjudul What Reading Does for the
Mind , Anne E. Cunningham menyatakan bahwa
membaca, secara umum, membuat kita jadi pintar
dan tetap seperti itu sampai tua nanti. Membaca
memiliki konsekuensi kognitif yang lebih luas
ketimbang sekedar memberi kemampuan bagi sang pembaca dalam menarik makna dari bacaan. Dalam
waktu yang terakumulasi, kebiasaan membaca akan
menjadikan kapabilitas kognitif seseorang meningkat
dalam banyak aspeknya. Lebih jauh lagi, studi yang dilakukan oleh Cunningham
menemukan bahwa keterampilan berpikir analitis
bisa diperkuat dengan membaca. Selain wawasan
sang pembaca bisa meningkat, dia juga jadi punya
kemampuan lebih dalam mengenali dan memahami
pola, yang dari sinilah kemudian kemampuan analitis menjadi meningkat. 2. Mengurangi Stres, Menenangkan Diri Baiklah, membaca buku kalkulus III barangkali tidak
malah membuat rileks. Tapi secara umum, ketika kita
membaca, perhatian kita beralih ke bahan bacaan
kita itu. Paling efektif manakala yang dibaca adalah
buku fiksi, yang merupakan bacaan menarik sebelum
tidur. Tidak hanya itu, membaca juga membuat seseorang
jadi anteng. Ya memang mana pernah Anda melihat
seseorang yang tenggelam dalam bacaannya asyik
berjingkrak-jingkrak. Membaca merupakan terapi
yang baik bagi seseorang yang ingin
mengistirahatkan fisik dan memberi asupan yang bergizi bagi pikirannya. 3. Menambah Kosakata untuk Respon yang Lebih Baik Sudah tahu kan; membaca meningkatkan penguasaan
kita atas kata (kosakata/vocabulary) dan membuat
pengejaan kita pada kata jadi lebih baik. Jika Anda
pikir ini hanyalah cocok untuk anak kecil, coba
pikirkan lagi. Pernahkah Anda seperti kehabisan kata-
kata? Benak Anda sepertinya ingin memuntahkan sesuatu tapi Anda benar-benar kebingungan
bagaimana representasi yang tepat untuk semua isi
pikiran Anda? Nah, hal itu bisa terjadi manakala kita masih
kekurangan kosakata untuk mewakili perasaan atau
gagasan kita. Kegagalan kita dalam mencari
perwakilan kata yang presisi akan membuat diri kita
merasa tak nyaman hingga sampai pada taraf
pensabotasean diri. Bayangkan saja bila Anda semisal tidak mengenal kata “gemes” dan lalu menggunakan kata “marah” untuk apa2 yang harusnya cukup diwakilkan dengan kata “gemes”. Pastilah emosi dan tindakan Anda akan terpengaruh
dari pemilihan representasi perasaan yang salah itu. Cuma itu saja? Well, membaca membuat kita belajar tentang
beragam cara pandang, sehingga jadikan kita lebih
bijak. Membaca membantu kita untuk terinspirasi oleh
banyak gagasan, membantu kita dalam
berkomunikasi, menemukan orang2 yang sama
seperti kita, memperluas imajinasi positif, membuat kita tahu apa-apa yang orang lain ketahui, membuat
kita terhindar dari melakukan kesalahan yang sama
seperti yang dilakukan orang lain, membantu kita
dalam menyelesaikan permasalahan yang susah dan
menghadapi kesulitan dalam hidup, membuat kita
belajar dari pribadi2 istimewa sepanjang jaman, membantu kita belajar budaya berbagai bangsa dan
kebudayaan di seluruh dunia, membantu kita
mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, membantu
kita obat mana di botol yang mana, membantu kita
mengetahui isi film ketika kita tidak paham dengan
bahasa yang diucapkan, …. dan seterusnya dan seterusnya… Carilah para pengubah dunia yang suka
menghabiskan waktu mereka di depan televisi … Tak ada, bukan? Yang Anda akan temukan pastilah
mereka mereka yang gemar membaca hingga ribuan
buku selama hidup mereka. Entah ingin menjadi apapun seseorang nantinya,
entah seberapa besar perubahan yang ingin
dikenakan, Anda pastilah butuh wawasan &
pengetahuan. Dan membaca adalah cara yang amat
baik untuk bisa mengantarkan seseorang meraih
impiannya.